Langsung ke konten utama

1 - The Most Beautiful Moment In Life

💐 HAPPY READING 💐


Aku melangkahkan kakiku turun dari bus itu.

Aku berjalan secepat yang aku bisa seraya merasakan ponselku yang tersembunyi di balik saku jaket terus bergetar dan berbunyi menandakan seseorang menelfonku terus-menerus.

Tidak sampai 15menit, akhirnya aku berada di depan sebuah stadion. Bisa aku lihat seseorang melambaikan tangannya padaku. Seseorang yang sedari tadi menelfonku. Dia terus melambaikan tangannya sampai aku mendekat kepadanya.

"Eun Byeol-ah, kenapa kau lama sekali? kau bahkan tidak menjawab telfon dariku!" ucapnya saat aku berdiri di hadapannya.

"Mianhae." Jawabku seraya mengatur napas. (Maaf)

"Kaja." Ucapnya seraya menarik tanganku. (ayo)

"Gate nya sudah mulai dibuka. Nanti antrinya makin panjang." Aku yang tertarik olehnya pun pasrah mengikuti kemana ia melangkah.

Mataku terus fokus dengan pemandangan di sekelilingku. Aku benar-benar takjub. Aku masih tidak percaya bahwa saat ini aku berada di salah satu tempat yang paling aku impikan selama ini.

"Eotthe? Kamu bahagia kan ada disini?" tanyanya yang melihatku terus mengembangkan senyum di wajah. (Bagaimana?)

"Ne, Gomawo. Kau benar-benar sahabat terbaikku, Hana-ssi." (Iya, terima kasih)

Lee Hana. Sahabat baikku sejak aku memutuskan untuk melanjutkan kuliah di Kyunghee University. Ya, universitas yang meluluskan banyak artis-artis hebat Korea Selatan. Kami dekat sejak masa orientasi pertama kali dilaksanakan.

Kini, kami sudah berada di dalam sebuah venue yang sangat besar. Hana yang membawaku kesini. Dulu, dia pernah berjanji mengajakku ke suatu tempat yang sangat indah. Saat itu, aku mengira ia akan mengajakku ke Busan atau mungkin ke Jeju, ternyata ia membawaku ke tempat ini.

Olympic Stadium, Seoul. 

Kenapa ia malah membawaku kesini? Apa yang indah dari stadium ini? Mungkin bagi yang tidak paham, tempat ini sama sekali tidak menarik. Tapi bagiku dan Hana, tempat ini termasuk salah satu tempat terindah yang sangat ingin kami datangi. Ya, mulai hari ini, dimulai dari tempat ini, idola kami akan melangsungkan World Tour Concert nya.

Konser pun berlangsung selama kurang lebih 3 jam. Aku benar-benar menikmati setiap detik pergelaran konser ini. Aku menikmati setiap penampilan yang disuguhkan oleh idola tercintaku di atas panggung megah itu. Aku terus mengembangkan senyumku sampai keluar dari venue tersebut. Tidak lupa aku minta tolong pada Hana untuk memotret diriku dengan spanduk besar bertuliskan "BTS WORLD TOUR : LOVE YOURSELF IN SEOUL". Ya, aku baru saja selesai menyaksikan megahnya konser BTS, idolaku dan Hana. Aku mengganti poseku beberapa kali, lalu bertukar dengan Hana yang juga ingin berfoto. Saat sedang asik berfoto, tiba-tiba kami terkejut karena suara klakson mobil yang berbunyi di belakangku. Sang pengemudi pun menurunkan kaca mobilnya. Ia tersenyum padaku dan Hana, kemudian ia langsung menyuruh kami untuk naik ke mobilnya.

"Kamu kok tau kalo kita ada disini?" tanyaku dengan polosnya.

"Kalian berdua tidak mengangkat telfonku. Kau lupa? Tadi sore aku mengajakmu jalan malam ini, tapi kau bilang kalau kau tidak bisa dan kau tidak menjelaskan alasan apapun. Kemudian, aku ingat bahwa hari ini BTS mengadakan konser disini, jadi aku memutuskan untuk datang kesini. Ternyata benar, kan? Kalian ada di sini." Jelasnya.

"Heol, daebak! Bagaimana caranya kau bisa menebak dengan tepat, kami ada di sini?" tanya Hana dengan antusiasnya. (Wah, Hebat!)

"Ya! Kau pikirkan saja, apa yang hari ini akan dilakukan oleh para K-Army seperti kalian selain menonton konser Bias kalian?" Matanya membulat, menjelaskan bahwa ia berharap aku dan Hana akan langsung paham apa yang dimaksud olehnya.

"Ah~ Ne. Geundae, gomawo sudah mau menjemput kami, Soobin-ah." Aku mengembangkan senyumku kepadanya. (Ah~ Benar. Tapi, terima kasih)

"Sebenarnya aku hanya berniat menjemputmu saja." Jawabnya singkat.

"Ya! Mwoya?! Jadi kau tidak benar-benar tulus menjemputku juga? Geurom, turunkan saja aku di depan sana." Hana membalas perkataan Soobin dengan cepat sebelum aku sempat menjawab. (Hey! Apa?! // Kalau begitu)

"Haha Mian. Aku hanya bercanda." Soobin terkekeh mendengar celotehan Hana. Memang iya, setiap bertemu pasti mereka berdua akan selalu bertengkar walau hanya karena hal-hal konyol atau tidak masuk akal. Dan aku tidak pernah bosan mendengar keributan mereka berdua. Karena bagiku, keributan mereka adalah salah satu hiburan untuk diriku.

Choi Soobin. Sahabat yang sudah bersamaku sejak kami sama-sama menginjak bangku SMA. Kami sudah mengenal satu sama lain dengan sangat baik. Ketika aku butuh tempat pulang dari segala penatku, selain rumah, Soobin lah yang akan aku cari. Begitupun sebaliknya. Soobin adalah salah satu sahabat terbaik yang pernah aku miliki, selain Hana tentunya. Kini, ia merupakan salah satu Trainee dari salah satu agensi entertaiment di Korea Selatan. Namun, sampai saat ini, Soobin masih belum juga memberi taukan padaku di agensi mana sebenarnya ia menjalani masa Traineenya. Soobin hanya bilang bahwa ini akan menjadi sebuah kejutan untukku, dan aku tidak akan pernah menyangka bahwa ia benar-benar bisa mencapainya. Sampai detik, aku masih belum paham apa yang sebenarnya ia maksud?


Mobil Soobin berdecit saat ia menginjak remnya. Ia berhenti di depan sebuah gang yang tidak terlalu besar. Kemudian, aku bisa melihat bahwa Hana telah turun dari mobil. Ya, kami sudah sampai di gang dekat rumah Hana. Setelah mengucapkan salam perpisahan Hana pun berbalik dan berjalan menuju rumahnya. Aku yang sedang fokus memperhatikan Hana yang semakin lama berjalan semakin menjauh dari mobil Soobin pun dibuat terkejut karena tiba-tiba Soobin memegang pundakku.

"Eun Byeol-ah." Ucapnya membuyarkan lamunanku.

"Ah, ne. Waeyo?" tanyaku yang masih merasa terkejut. (Ah, iya. Kenapa?)

Apakah kau sudah lelah? Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat terlebih dahulu sebelum mengantarmu pulang."

"Eodi?" tanyaku bingung. (Kemana?)

"Aku harus kembali ke agensiku sebentar untuk mengambil beberapa barang yang tertinggal di sana. Malam ini, aku akan kembali ke rumah. Aku rindu kamarku."

Apa? Soobin ingin mengajakku ke agensinya? Agensi yang selama ini selalu ia sembunyikan dariku? Apakah dia sakit?

"Mwo? Kau akan membawaku ke agensimu? Bukankah kau bilang kalau itu akan menjadi kejutan untukku?" (Apa?)

"Eoh, Maja. Geundae, aku pikir kejutan itu akan aku berikan malam ini saja padamu. Kau pasti akan senang karena aku membawamu kesana. Jadi, mau ya, temani aku sebentar kesana?" pintanya seraya mengembangkan senyum dan mengangkat kedua alisnya yang selalu berhasil membuat tidak menolak apapun permintaannya. (Iya, benar. Tapi,..)

"Ne. Aku akan ikut denganmu." (Baiklah)

Soobin pun melajukan mobilnya dengan kecepatan yang hampir saja membuatku merasa seperti sedang terbang. Namun, kecepatan laju mobilnya itu membuat kami bisa mempersingkat waktu untuk sampai di tujuan. Soobin memberhentikan dan memarkirkan mobil tepat di depan sebuah gedung bertingkat yang tidak terlalu tinggi namun aku mengenal gedung. Ya, aku sangat-sangat mengenal gedung ini. Aku pun turun dari mobil setelah Soobin membukakan pintu untukku dan Yup! Aku langsung tersadar di mana aku saat ini.

"Ya! Soobin-ah! Apakah kau bercanda membawaku kesini? Apakah kau tidak salah alamat? Apakah kau lupa dimana alamat agensimu yang sebenarnya?" tanyaku.

"Kaja. Kau ikut aku saja, jangan menunggu di mobil. Aku hanya sebentar." Jawabnya singkat tanpa menjawab satu pun pertanyaan yang tadi aku lontarkan.

"Ya! Kau belum menjawab satu pun pertanyaanku!"

Soobin hanya tersenyum seraya menarik tanganku untuk mengikuti langkahnya. Kini, otakku penuh dengan pertanyaan-pertanyaan yang belum dijawab oleh Soobin sedari tadi. Apa maksudnya mengajakku kesini? Benarkah bahwa selama ini dia adalah Trainee Bighit? Berarti itu tandanya, dia mengenal semua personil BTS selama ini? Tapi, kenapa dia tidak cerita kepadaku? Kenapa dia malah menutupi semuanya padaku dan mengaku bahwa itu hanya akan menjadi kejutan untukku? Apa tujuan aslinya membuat hal seperti sebagai kejutan untukku? Apa yang dia inginkan sebenarnya? Otakku benar-benar berputar saat ini mencari jawaban tepat atas semua ini.

Kini, aku benar-benar ada di dalam Bighit Entertaiment. Selama ini, aku datang hanya sampai depan gedung saja untuk menunggu BTS, ya walau pada kenyataannya selama ini aku juga tidak pernah bertemu dengan BTS walaupun aku menunggu di depan gedung mereka dari pagi bertemu pagi lagi. Tapi kini aku benar-benar ada di dalam gedungnya. Aku bahkan bisa melihat ruangan fenomenal yang dipintunya bertuliskan "Bangtan Room". Aku benar-benar tidak percaya ini.

"Mianhae, Eun Byeol-ah." Ucap Soobin mengacaukan pikirkanku.

"Untuk apa?" tanyaku.

"Karena sudah merahasiakan ini semua darimu. Aku benar-benar bingung menjelaskannya padamu. Aku takut kau tidak akan percaya jika aku bilang bahwa selama ini aku adalah Trainee Bighit." Jelas Soobin.

"Soobin-ah, kata siapa aku tidak akan percaya kalau kau bisa menjadi Trainee Bighit? Jika kau mengatakannya padaku dari awal, aku pasti akan percaya."

"Wae? Banyak teman-teman yang tidak percaya jika aku akan berada di titik ini."

"Kau sahabatku. Aku tau bagaimana kemampuan dan skill-mu. Kau hebat, Soobin-ah. Aku bahkan merasa bangga setelah tau kalau kau benar-benar seorang Trainee di sini. Kau pantas mendapatkan semua ini. Dan aku yakin, kau pasti akan berusaha dan bekerja keras supaya bisa debut secepatnya kan?" ucapku berusaha membuat Soobin merasa termotivasi.

"Ne. Kau benar-benar sahabat terbaikku, Eun Byeol-ah. Aku berjanji akan berusaha dan bekerja keras untuk debutku nanti. Oh iya, aku lupa mengatakan padamu, bahwa debutku sudah ditentukan. Aku akan debut dengan beberapa Trainee lainnya di awal tahun depan. Kapan-kapan, akan aku kenalkan kau dengan calon member lainnya, ya."

"Baiklah. Apa barangmu sudah di ambil?" tanyaku.

"Ne." Soobin mengangkat sebuah tas yang sedang ia pegang.

"Geurom kaja, aku sudah harus pulang. Eomma, pasti mencariku." (Ibu)

"Eoh, maja. Eommonim pasti mengkhawatirkanmu. Kaja."

Aku dan Soobin pun bergegas meninggalkan gedung Bighit Entertaiment. Kini, pikiranku kembali berkeliaran membayangkan segala hal. Akankah Soobin mengenalkanku juga pada para sunbaenim-nya, BTS? Waahh~ gila sekali khayalanku ini.

Soobin pun memberhentikan laju mobilnya yang membuyarkan segala khayalku.

"Masuklah dan istirahat. Aku tau kau lelah hari ini." Ucapnya.

"Tapi aku bahagia." Jawabku sambil terkekeh.

"Hahaha Arasseo." (Aku tahu)

Aku pun bergegas turun dari mobil Soobin setelah mengucapkan selamat tinggal padanya. Setelah Soobin melajukan lagi mobilnya meninggalkan halaman rumahku, aku pun bergegas masuk ke dalam rumahku.




Jangan lupa tinggalkan jejak kedatangan kalian disini, supaya aku semangat terus untuk lanjutin cerita ini ke episode berikutnyaa <3

Saranghaeyooo<3

Komentar