💐 HAPPY READING 💐
Hari kembali cerah. Matahari sudah kembali ke singgasananya. Dan aku, masih terlelap dalam selimutku. Mulai ku buka mataku perlahan, seraya terus mengembangkan senyum tipisku mengingat apa yang aku lakukan tadi malam. Ya, sampai detik ini aku masih belum percaya bahwa semalam aku telah menginjakkan kaki di venue besar tempat BTS melakukan konsernya. Tiba-tiba, aku tersentak. Lagu IDOL dari BTS mendadak terputar dari ponselku, yang menandakan bahwa ada telfon masuk ke nomorku. Aku berusaha meraih ponselku dan melihat siapa yang berani menelfonku sepagi ini di hari libur. Di layar itu tertulis dengan jelas "SOOBIN SI RAKUN". Beraninya dia mengganggu pagiku di hari libur ini.
"Ne, yeobeoseyo." Ucapku. (Iya, hallo?)
"Eun Byeol-ah~ kau belum bangun?"
"Ya! Mwoya? Kau mengganggu pagiku di hari libur ini!" seruku setelah mendengar suara dari balik ponsel itu.
"Palli ireona! Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat." (Cepat bangun!)
"Eodi?" tanyaku singkat.
"Setengah jam lagi, aku jemput kau di rumahmu ya. Tidak pakai protes. See you!"
"Baiklah." Ucapku tanpa sadar apa yang barusan diucapkan oleh orang tersebut.
KYAAAA! Aku baru saja sadar dengan apa yang dia ucapkan! Apakah dia gila? Setengah jam lagi dia akan menjemputku di sini? Apa yang harus aku lakukan? Ini hari libur dan dia memaksaku untuk mandi sepagi ini. Aku pun bergegas bangkit dari tempat tidurku dan dengan kekuatan secepat kilat aku segera masuk ke dalam kamar mandi.
"Eun Byeol-ah, ada apa? Kenapa kau buru-buru seperti itu?" tanya ibuku yang tidak ku hiraukan sedikit pun.
Dan, benar saja, 30 menit kemudian Soobin datang menjemputku.
"Ah~ uri soobinie." Ucap ibuku yang menyambut kedatangannya.
"Annyeong haseyo, Eommonim. Aku ingin mengajak Eun Byeol pergi hari ini." Jelas Soobin setelah ibuku mengajakknya masuk. (Hallo —salam perkenalan)
"Ah ne~ Bawalah dia pergi bersamamu supaya dia tidak hanya berdiam diri di kamar saat sedang libur seperti ini."
"eomma.. Kata siapa aku berdiam diri saja di kamar kalau hari libur?" Tukasku saat keluar dari kamar dan mendengar ucapan ibuku barusan. Ibu dan Soobin hanya terkekeh mendengarnya.
"Kaja." Ajakku pada Soobin. "Sebenarnya, kau ingin membawaku kemana sepagi ini?" lanjutku.
"Ke suatu tempat. Aku tidak bisa menjamin kau bahagia berada di sana, tapi aku harap bisa begitu." Ucap soobin.
"Eomma, aku pergi dulu." Pamitku pada ibu.
"Ye.. Jangan pulang terlalu larut ya." Balas ibuku.
"Ne, eommonim.. Akan aku pastikan Eun Byeol tidak akan pulang terlalu malam." Seru Soobin.
"Kalau aku pulang terlalu malam, eomma taukan harus menyalahkan siapa?" Gurauku seraya terkekeh yang kemudian diikuti tawa oleh ibu dan Soobin.
Aku dan Soobin pun bergegas menuju tempat yang masih dirahasiakan oleh Soobin dariku. Selama perjalanan aku merasa masih sangat mengantuk, dan tak ku kira bahwa Soobin menyadari hal itu.
"Kau mengantuk?" tanyanya, mengagetkanku.
"Ah~ iya. Sedikit." Jawabku.
"Tidurlah, aku akan mengendarai mobil ini dengan santai. Jika sudah sampai, nanti kau akan aku bangunkan."
"Gwaenchana?" (Tidak apa-apa?)
"Tidurlah. Aku tau kau masih lelah." Ucapnya.
"Baiklah." Aku pun mengangguk dan mulai terlelap dalam tidurku.
❀ ❀ ❀
Aku menyukainya.
Aku suka melihat Eun Byeol terlelap dalam tidurnya seperti itu. Dia terlihat sangat manis jika sedang tertidur. Entah mengapa, ada bahagia tersendiri jika aku sedang bersamanya. Hari ini, aku mengajaknya untuk mengunjungi agensiku lagi, Bighit Entertaiment. Aku masih merahasiakan kemana tujuan kita hari ini. Aku ingin mengajaknya ke sana untuk ku perkenalkan kepada teman-teman lain yang akan debut bersamaku nanti. Aku juga ingin memperlihatkan kepadanya tarian serta lagu yang akan kami bawakan nanti saat debut. Akankah dia menyukainya? Atau dia malah dia hanya akan mencari para sunbaenimku selama di sana?
Ya, Eun Byeol adalah ARMY garis keras. Aku tahu betul bagaimana besarnya cinta Eun Byeol kepada para sunbaenimku, BTS. Saat pertama kali aku mengetahui bahwa aku diterima sebagai Trainee di Bighit pun aku sempat ragu untuk melanjutkannya. Kenapa? Aku takut Eun Byeol tidak bisa mendukungku seperti dia mendukung penuh BTS. Aku tau cinta Eun Byeol pada BTS tidak akan bisa terbagi, namun dengan semangat yang tinggi aku tetap mengambil kesempatan itu. Apakah Eun Byeol juga bisa mendukung dan mencintai grupku seperti yang dia lakukan selama ini untuk BTS? Aku harap bisa.
Sesampainya di tujuan, aku langsung memarkirkan mobilku tepat di depan gedung Bighit Entertaiment. Gedung agensi kami memang tidak memiliki basement atau halaman parkir yang luas. Itulah mengapa, siapa pun yang datang hanya bisa memarkiran kendaraannya di depan gedung. Aku pun membangunkan Eun Byeol dari tidurnya.
"Eun Byeol-ah.. Ireona.. Kita sudah sampai." Ucapku seraya membangunkannya dengan perlahan agar dia tidak merasaterganggu karenaku.
"Eohh.. apakah kita sudah sampai? Dimana kita?" tanya Eun Byeol seraya membuka matanya perlahan.
"Ne.. Kita sudah sampai. Kau pasti tau ini di mana." Jawabku sambil tersenyum simpul.
Eun Byeol mulai memperhatikan sekelilingnya. Aku bisa tau bahwa dia sedikit tersentak saat melihat gedung Bighit ada tepat di depannya. Mata Eun Byeol yang membulat saat melihat gedung Bighit perlahan mulai menatapku seperti mengisyaratkan padaku, "Mengapa kita ada di sini?".
"Aku tau kau pasti bingung kan? Ikut aku masuk dulu saja ya, nanti kau akan dapat jawabannya di dalam." Jelasku dan dibalas anggukkan Eun Byeol.
Kami pun turun dari mobilku dan mulai berjalan memasuki gedung Bighit. Saat akan memasuki lift, tiba-tiba beberapa laki-laki keluar dari sana. Aku pun membungkuk memberikan salam kepada mereka yang merupakan sunbaeku, BTS. Eun Byeol yang terkejut melihat mereka berada tepat di hadapannya hanya bisa terdiam layaknya patung, aku pun menyenggol lengannya dengan maksud untuk menyadarkannya agar memberikan salam kepada BTS.
"Eoh.. Annyeong haseyo.." ucap Eun Byeol seraya membungkukkan badannya.
"Ne.. Annyeong haseyo.." Balas para anggota BTS.
"Waaa~ uri soobinie datang bersama seorang yeoja.." Seru J-Hope sunbaenim meledekku. (Wanita/Perempuan)
"Hahaha Hyung, dia hanya sahabatku. Aku mengajaknya kesini untuk bertemu dengan teman-temanku yang lain. Aku ingin memperkenalkannya kepada yang lain." Jelasku. (Panggilan untuk Kakak Laki-Laki dari Adik Laki-Laki)
"Kau hanya mengenalkan yeoja secantik ini kepada temanmu? Tidak kepada kami?" tanya Jungkook sunbaenim yang membuat anggota lain terkekeh mendengarnya. (Senior)
"Aniyo, Hyung. Tidak seperti itu maksudku. Aku pikir, kami tidak akan bertemu kalian hari ini. Ternyata kita bertemu di sini." Jawabku. "Eun Byeol-ah, perkenalkanlah dirimu. Jangan kaku seperti itu. Anggap saja ini fanmeeting kelas VIP." Lanjutku, meledek Eun Byeol. (Tidak)
"Ya! Mwoya!" jawab Eun Byeol seraya menyenggol lenganku. "Annyeong haseyo.. Jeoneun Eun Byeol-imnida. Mannaseo Bangapseupnida." Lanjut Eun Byeol. (Apa kabar? Nama saya Eun Byeol. Senang bertemu dengan kalian)
"Annyeong Eun Byeol-ssi, Mannaso Bangawoyo." Jawab Jin sunbaenim. (Apa kabar, Nona Eun Byeol, senang juga bertemu denganmu)
"Apakah kau seorang ARMY? Mengapa Soobin menyuruhmu menganggap ini seperti sebuah fanmeeting?" tanya Jungkook sunbaenim pada Eun Byeol.
"Ah.. hmm.. Ne.. Aku adalah seorang ARMY.." Jawab Eun Byeol terbata-bata, mungkin dia sedang gugup sekali saat ini.
"Waa, Soobin-ah, kenapa kau tidak pernah mengajaknya kemari? Kenapa baru sekarang? Sayang sekali kami akan pergi sebentar, apakah kau masih lama disini? Mari kita bertemu lagi setelah ini." Ajak J-Hope sunbaenim.
"Tenang saja, Hyung. Ia di sini masih lama. Aku yang mengajaknya, jadi nanti dia akan pulang bersamaku. Mungkin, nanti sore kami baru pulang." Jawabku.
❀ ❀ ❀
Apa? Nanti sore? Apa maksud Soobin? Apa yang akan kami lakukan di sini sampai nanti sore? Apa sebenarnya tujuan dia membawaku kemari selain akan memperkenalkanku kepada teman-temannya? Si Rakun ini benar-benar membuatku berpikir keras.
"Apa kau sudah izin pada managermu untuk membawanya kesini?" tanya Namjoonpada Soobin.
"Pastinya sudah, Hyung. Tidak mungkin aku membawanya kesini tanpa persetujuan lebih dahulu dari manager-nim. Aku juga sudah meyakinkan manager-nim kalau Eun Byeol adalah orang yang bisa dipercaya dan tidak akan membocorkan apapun." Jelas Soobin.
Tidak akan membocorkan apa pun? Batinku. Apa lagi yang dia maksud kali ini?
"Baguslah. Geurom, kami keluar dulu ya. Nanti kita bertemu lagi, Eun Byeol-ssi." Ucap Taehyung seraya tersenyum menatapku. Astaga, betapa lemahnya aku saat bertatapan dengan laki-laki ini. Tidak. Tidak hanya Taehyung, tapi semua anggota BTS menatapku saat Taehyung berkata seperti itu. Aku benar-benar merasa berubah jadi patung. Rasanya kakiku sangat lemas dan tidak sanggup lagi menopang badanku ini. Apa yang harus aku lakukan? Mereka benar-benar ada di depanku dan hanya berjarak beberapa langkah saja dari diriku.
Namun, ada satu orang yang sedari tadi menarik perhatianku. Seseorang yang sejak pertama muncul di hadapanku tidak mengatakan satu kata pun, bahkan ia tidak memalingkan matanya sedetik pun dariku. Dia yang sedari tadi membuatku terus salah tingkah karena ditatap olehnya.
Park Jimin. Ultimate Bias-ku di BTS. (Idola utama)
Ada apa dengannya? Apakah dia mengenaliku? Atau ada yang salah dengan penampilanku? Jika dia mengenaliku, dari mana dia bisa mengenalku? Padahal, aku tidak pernah sekalipun datang ke acara fanmeeting atau fansign BTS. Konser kemarin? Itu juga merupakan konser BTS pertama yang aku datangi. Lagipula, aku juga tidak yakin. Aku bahkan berada di bagian yang lumayan jauh dari panggung. Tidak mungkin Jimin bisa melihatku. Kalau pun dia bisa mengenalku, tidak mungkin dia masih mengingatku di antara sekian banyak ARMY yang datang saat itu. Apa maksud dari perlakuannya tadi?
Aku yang sedang serius memperhatikan BTS keluar dari gedung Bighit pun tersadar setelah Soobin merangkul pundakku dan mengajakku untuk bergegas naik ke lantai 3 gedung tersebut untuk bertemu dengan teman-temannya.
Sesampainya di depan sebuah ruangan yang di pintunya bertuliskan "Training Room" Soobin menghentikan langkahnya. Aku yang terkejut karena ia tiba-tiba berhenti pun ikut menghentikan langkahku.
"Wae?" tanyaku.
"Nanti saat di dalam, kau jangan berubah jadi pendiam seperti tadi bertemu BTS sunbaenim ya." Ucap Soobin seraya terkekeh.
"Ya! Untuk apa aku melakukannya kepada teman-temanmu? Aku bahkan belum pernah bertemu dengan mereka. Jadi tenang saja, aku takkan seperti itu." Jawabku.
"Geurom, kaja." Soobin meraih tanganku untuk memasuki ruangan tersebut.
"Jamkkan!" Seruku sebelum Soobin membuka pintu yang tepat berada di hadapan kami saat ini. (Tunggu)
"Waeyo? Apa kau ketinggalan sesuatu di mobil?" tanya Soobin.
"Aniyo.. Geundae, sepertinya kau yang lupa akan sesuatu." Jawabku seraya menatapnya sedikit sinis.
"Jinjja? Mwoya?" tanya Soobin lagi dengan polosnya seperti dia benar-benar melupakan sesuatu. (Benarkah?)
"Ya! Bahkan sampai kita sudah berada di sini kau masih saja merahasiakannya dari ku? Heol! Soobin-ah, apa sebenarnya tujuanmu mengajakku kesini? Tadi kau bilang pada anggota BTS kalau kau membawaku ke sini untuk mengenalkanku kepada teman-temanmu dan kau juga bilang kalau kita akan di sini sampai sore. Apakah perkenalanku dan teman-temanmu akan selama itu?" tanyaku panjang lebar pada Soobin.
"Ah~ Maja.. Aku hampir saja benar-benar lupa memberitahukannya padamu. Mianhae." Jawab Soobin seraya mengembangkan senyum yang membuat matanya seakan menghilang saat sedang tersenyum."Ne, aku mengajakmu kesini memang ingin memperkenalkanmu pada teman-temanku yang akan debut bersamaku nantinya. Geundae, tidak hanya itu. Kau juga akan jadi orang pertama yang akan mendengarkan dan melihat performance kami. Aku harap kamu akan suka. Dan tenang saja, manager-nim sudah mengizinkannya. Manager-nim juga bilang bahwa ideku membawamu kesini adalah salah satu ide cemerlang." lanjutnya.
"Wae?" tanyaku, memotong ucapannya.
"Karena membawamu akan membuat kami mendapatkan komentar pertama dari orang awam di luar Bighit mengenai penampilan kami. Jadi, nanti kau harus menilai performance kami di hadapanmu ya.. Nilai dengan jujur, jangan dilebih-lebihkan hanya karena ada aku hehe." Jelas Soobin.
"Eoh.. Geurae.. Aku akan menilai dengan sejujurnya." Jawabku.
"Oke. Sekarang, ayo kita masuk." Ucap Soobin seraya menarik tanganku.
Saat aku dan Soobin masuk ke dalam "Training Room", semua orang yang berada di dalamnya langsung mengalihkan pandangan mereka kepada kami. Aku berusaha bersikap biasa saja seperti yang di perintahkan oleh Soobin tadi, walaupun sebenarnya aku merasa sangat malu dan canggung berada di hadapan mereka. Aku pun membungkukkan diri kepada mereka diikuti ucapan salam dariku. Mereka pun membalas salamku dengan membungkukkan diri juga padaku. Terdapat 5 orang yang wajahnya terlihat masih sangat baby face. Wajah mereka tampak sangat asing bagiku. Padahal waktu itu, sempat beredar foto beberapa anak laki-laki keluar dari gedung Bighit yang dirumorkan sebagai 'adik BTS'. Walau begitu, saat foto itu beredar kami benar-benar tidak bisa melihat wajah mereka di foto itu. Bahkan mungkin saja, terdapat Soobin dalam foto itu namun aku juga tidak bisa mengenalinya. Karena dalam foto tersebut, para anak laki-laki itu menggunakan masker dan pakaian yang mampu menutupi wajah mereka.
"Ah, hyung.. Apakah ini noona yang kau bicarakan kemarin?" seseorang membuka suara dengan bertanya pada Soobin. Dari cara ia bertanya, aku bisa mengetahui bahwa dia berumur di bawahku dan juga Soobin.
"Eoh." Jawab Soobin singkat. "Eun Byeol-ah, perkenalkan, ini teman-temanku yang sempat aku ceritakan padamu." Lanjutnya.
"Ah~ Ne, *annyeong haseyo yeorobun.. Jeoneun, Go Eun Byeol-imnida. Mannaseo Bangapseupnida." Ucapku. (Apa kabar semuanya?)
"Ne~ Annyeong haseyo, noona." Jawab tiga orang diantara mereka. (Panggilan untuk Kakak Perempuan dari Adik Laki-Laki)
"Annyeong haseyo, Eun Byeol-ssi." Dan jawab salah satu di antara mereka. Aku langsung paham bahwa mungkin dia seumuran denganku atau bahkan lebih tua dariku.
"Eun Byeol-ah, sebelum kau bingung, sebagai calon leader di grup ini, aku akan memperkenalkan calon memberku padamu terlebih dahulu." Jelas Soobin seraya tersenyum manis. Aku yang mendengar dia mengatakan bahwa dia adalah calon leader hanya bisa terkejut. Mempunyai sahabat yang multitalent, sebentar lagi akan debut, bahkan dia akan menjadi seorang leader dari grup tersebut, apakah aku tidak bangga? Tentu aku merasa sangat bangga.
"Perkenalkan, i-go Yeonjun hyung. Beomgyu-nie. Taehyun-ie. Geurigu, *uri maknae, Kai." Lanjut Soobin. Mereka yang di perkenalkan hanya membalas dengan senyuman dan lambaian tangan padaku. Cukup canggung memang. Mungkin karena kami baru pertama kali bertemu. (Ini kak Yeonjun, Beomgyu, Taehyun. Dan juga, member termuda kami, Kai)
"Apakah sudah ada nama untuk grup kalian nanti?" tanyaku.
.
.
.
Annyeong, Yeorobunnn <3
Gimana Episode 2 nya? Semoga suka ya!
Mohon maaf kalau ada beberapa typo hehehe.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys! Bantu share juga <3
Saranghaeyooo<3
Komentar
Posting Komentar